in , , , ,

Anies: Pakai Masker Tak Nyaman, Lebih Tak Nyaman Dirawat karena Corona

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong warga Ibu Kota terus menggunakan masker meski tak nyaman digunakan. Menurutnya, masker tetap digunakan ketimbang harus menjalani perawatan di rumah sakit karena terpapar virus Corona.

“Mari kita akui pakai masker itu tidak nyaman. Tapi pakai masker yang tidak nyaman itu lebih nyaman daripada dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Jadi, kalau kita mau menyampaikan kepada teman-teman, saudara-saudara kita, tetangga kita, sampaikan pakai masker itu tidak nyaman, tapi dirawat di rumah sakit itu jauh lebih tidak nyaman,” ujar Anies di acara webinar yang disiarkan di channel YouTube Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Jumat (4/9/2020).

“Terkena COVID-19 itu jauh lebih tidak nyaman. Nah, sekarang kita sedang masa ujian, sedang masa cobaan. Yuk, kita dorong sama-sama agar masker dipakai terus,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Anies meminta kepada ibu-ibu PKK DKI Jakarta mengkampanyekan penggunaan masker. Menurutnya, masker jangan sampai lepas untuk digunakan.

“Saya mengajak kepada Ibu-ibu semua, yuk kita aktifkan kembali, dorong lagi kampanye di wilayah kita masing-masing untuk mengerjakan paling utama masker. Masker, masker, masker. Jangan sampai masker lepas,” katanya.

Anies mengaku Pemprov DKI telah membagikan 22 juta masker gratis kepada warga DKI. Masker itu dibagikan mulai 29 April hingga 19 Juni lalu.

“Mulai 29 April sampai 19 Juni, Jakarta sudah membagikan hampir 22 juta masker. Jadi 3 bulan yang lalu kita sudah bagi 22 juta masker,” kata Anies.

Sebelumnya, angka positivity rate atau persentase kasus positif dalam satu pekan terakhir di DKI Jakarta sebesar 12,5 persen. Angka tersebut tercatat di situs corona.jakarta.go.id.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut angka positivity rate di Jakarta di atas 10 persen merupakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Angka tersebut jauh di atas standar aman WHO sebesar 5 persen.

“Beberapa hari ini memang agak mengkhawatirkan. Karena itu, saya sampaikan hari-hari ini, Bapak-Ibu sekalian harus lebih aktif. Mengapa? Karena angka persentase positif kita tiga minggu yang lalu itu masih di bawah 5 persen. Misalnya sebagai contoh dites 100 orang, lalu ada 3 orang yang positif, artinya 3 persen positivity rate-nya. Sekarang positivity rate kita di atas 10 persen. Ini angka yang sangat mengkhawatirkan,” ujar Anies di acara webinar yang disiarkan di channel YouTube Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Jumat (4/9).

Diminta Jokowi, Nadiem Makarim Siapkan Uji Coba Penyederhanaan Kurikulum 2013

Mahfud Diskusi Bareng Ustaz Haikal Hassan, Bahas Apa?