in , , ,

Diminta Jokowi, Nadiem Makarim Siapkan Uji Coba Penyederhanaan Kurikulum 2013

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan telah melakukan penyederhanaan kurikulum tahun 2013 atas permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, uji coba kurikulum baru itu akan dilakukan mulai tahun 2021.

“Sekarang kita ada tim yang kuat yang sedang melaksanakan mandat Pak Presiden untuk melakukan penyederhanaan dan rasionalisasi kurikulum 2013 yang untuk tahun 2021 akan mulai kita coba di berbagai macam sekolah penggerak kita,” kata Nadiem dalam rapat bersama MPR/DPR RI pada Kamis (3/9/2020).

Nadiem Makarim juga mengatakan masa pandemi virus Corona (COVID-19) ini menjadi kesempatan mengimplementasikan kurikulum yang disederhanakan. Menurutnya, kurikulum darurat yang ada juga telah disederhanakan secara baik.

“Tentunya dengan pandemi ini, dengan kurikulum darurat kita banyak kesempatan untuk mengetes. Karena kurikulum darurat yang dikeluarkan pun sudah melalui penyederhanaan yang cukup baik menurut kami. Itu akan kita terus kembangkan dan akreditasi akan terus jalan,” ujar Nadiem.

Dalam kesempatan yang sama, Nadiem juga membahas program terkait asesmen kompetensi dan survei karakter yang akan diimplementasikan tahun depan. Menurutnya, pasti ada tantangan dalam pelaksanaan asesmen pengganti Ujian Nasional (UN) tersebut.

“Dari asesmen baru yang akan makan waktu, tidak mungkin lancar karena pertama kali tahun 2021, pasti banyak tantangan dan pembelajaran untuk asesmen baru. Tapi insyaAllah dengan dukungan semua kepala dinas kita bisa pastikan kapan infrastruktur siap. Tapi pasti untuk tes pertama pasti ada tantangan. Tapi itu bukan alasan untuk tidak lakukan perubahan terhadap asesmen nasional kita,” tegas Nadiem.

Selain itu, Nadiem juga menjelaskan tentang digitalisasi sekolah. Dia menjelaskan program ini akan membuat sekolah merdeka dalam mengakses konten pengajaran melalui digital

“Ini digitalisasi sekolah. Ini program kita, kemerdekaan di daerah manapun dapat akses konten kurikulum, akses ke konten pengajaran, akses pelatihan dan akses kepada data dan juga berbagai macam bantuan yang diberikan layanan melalui digital,” kata Nadiem.

“Jadinya program digitalisasi sekolah ini ada macam-macam. Ada program yang berjalan terus seperti penguatan platform digital kita untuk bantu sekolah. Ini effort kita yang besar di manajemen sekolah. Optimalisasi anggaran, kurikulum online dan lainnya,” imbuhnya.

Sumber: detik.com

Dukacita CT Atas Gugurnya Tenaga Medis Saat Lawan Corona: Mereka Para Syuhada

Anies: Pakai Masker Tak Nyaman, Lebih Tak Nyaman Dirawat karena Corona